Sejarah

Sebagai suatu upaya untuk memperbaiki dan mengangkat harkat dan derajat masyarakat khususnya kecil baik dalam skala makro maupun mikro sangatlah dibutuhkan keikutsertaan berbagai pihak dalam kerangka konsep ukhuwah dan kepedulian.

Salah satu langkah strategis yang diambil untuk merealisasikan itu adalah melalui BMT, karena BMT sebagai Lembaga berbentuk Koperasi dengan prinsip operasional syari’ah sehingga sesuai dengan kultur masyarakat Indonesia yang mayoritas islam. Sejatinya BMT adalah sebuah lembaga Da’wah, karena keberadaan BMT bukan semata-mata untuk mencari keutungan semata-mata, tetapi BMT mempunyai misi untuk tegaknya Syari’at Islam khususnya di Indonesia. Khususnya ekonomi syari’ah. Sebagai Baitul Maal wa Tamwil (BMT) keberadaan BMT tidak bisa dilepaskan dari Baitul Maal.

Sebagai wujud keseimbangan antara profit oriented dan social oriented, maka Baitul Maal menjadi jatidiri BMT yang membedakan dengan lembaga lain. Dengan adanya Baitul Maal menjadi wadah penyambung antara aghniya’ dan fuqoro, penyalur bagi yang kaya untuk membantu yang miskin, sekaligus langkah konkret pemberdayaan ekonomi umat.